Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelana

Kelana

ujar Sarah sembari menunjuk ke arah mini bar di sisi dinding berwarna hijau muda. Setelah berlalunya Sarah, bukannya menukarkan kupon, Lana malah langsung mendekat ke arah kerumunan orang yang tengah mengerubungi Caleb, sang pembaca tarot. Lagi pula, Lana belum merasa ingin minum setelah tadi ia menghabiskan es kopi susu ukuran large di coffee shop tempat Arga bekerja.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
Angkasa

Angkasa

Virgo yang mengerti pun mulai membuka buku kalkulusnya demi mengalihkan rasa kesalnya pada Angkasa. "Pedes banget ssshh...bukannya harga cabe sekarang mahal?" Pandu berusaha menahan rasa pedasnya. Stan bakso yang katanya penjual baru dan langsung diserbu para pembeli, sangat membakar lidah rasa pedasnya.
84.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

"Cin,Kamu kenapa kok nangis?" "Aku nggak papa barusan kelilipan pedes banget hehehe." "Loh kelilipan apa kok Sampai kayak gitu air matanya" "Nggak tau tiba-tiba pedes banget tapi sekarang udah enggak kok," sambil tersenyum "Beneran cin nggak papa?" "Iyaaa nggak papa udah lanjutin aja ngerjain soalnya nanti waktunya habis loh."
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Bahkan dia lupa membawa ponsel untuk menghubungi orang rumah. Sesekali dia melirik ke samping di mana laki-laki dengan gaya rambut quiff tengah berdiri sambil menatap ke depan. Kaos yang digunakan berwarna putih, hingga menyisikan otot bisepnya. Apalagi kaos tersebut tampak basah tercitrap oleh air hujan. Mata laki-laki itu berwarna abu-abu bening, hidung mancung seperti perosotan anak TK, alis hitam yang pas di kedua matanya. "Jangan sampe saya khilaf, ya, Mbak. Karena Mbak ngelihatin saya kayak gitu!"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
Fantarna

Fantarna

“Aku Ivoria Azdhew. Putri kerajaan di pulau putih. Kekuatanku adalah yah, bisa dibilang salju dan es. Tapi kadang juga amorf atau kaca. Aku bisa membuat awan salju dan gletser. Kadang aku bisa membuat rumah es atau salju. Meskipun malam, pulauku masih terlihat seperti siang hari.” “Keren,” kata si coklat. ”Waw, sepertinya kebanyakan dari kita anggota kerajaan. Aku hanya gadis biasa di pulauku. Namaku Kochop Mochkanya. Kekuatanku adalah mengatur dan mengendalikan tanah. Aku biasa membuat kubah untuk bersembunyi saat bermain. Atau saat keluar ke permukaan. Dan menggetarkan tanah lalu membuat Wantara Waemon terkubur dalam tanah.”
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
Crazy Woman

Crazy Woman

"Rafasya Aradella." ###############################
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
Klandestin

Klandestin

Ia menghela napas pasrah, biarkan saja. Harusnya tidak terlalu jauh untuk sampai kantin, hanya tinggal beberapa langkah lagi sebelum dari arah berlawanan seseorang menabraknya. Seseorang itu membawa minuman berwarna kuning pekat, yang naasnya mengenai baju Bestari. Warnanya tercetak jelas di seragam Bestari.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Air terjun Pangkung! *********************************************************************
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
MENANTU BEDA KASTA

MENANTU BEDA KASTA

Harapan Ammar semoga saja nomor yang ia maksud itu mudah untuk didapatkan informasi. Di tengah ketegangan Ammar, muncul sebuah voice note dari Kenzo. "Om Ammar apa kabar? Kapan main kesini lagi, Om? Ayo kita main lagi, kemarin kurang puas, Om, oh iya katanya Kenzo mau diajak berenang kan? Jangan tunggu liburan ya, , Om, lama soalnya," isi voice note Kenzo yang menggemaskan. Rasa gelisah kini pudar sudah dan tergantikan dengan rasa gemas. Ammar berulang kali senyum sendiri mendengar voice note Kenzo, ia bingung harus menjawab gimana, jika dijawab sama melalui voice note nanti Heni menganggap dirinya lebay.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai kast
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status