Kadrun
Di depan sofa terpampang meja dan sebuah televisi ukuran 20 inci yang tergantung di dinding.
“Kalau mau nonton cari saja remote-nya di dalam laci meja.” Kadrun memberitahu sambil lalu kepada Siti, sementara dia sibuk membawa koper-koper mereka ke dalam kamar. Mobil travel yang tadi mereka tumpangi tidak bisa masuk ke gang kontrakan, oleh sebab itu buah tangan yang dibekali Mak dan Bapak dari kampung seperti jagung, kentang, beras, cabai, dan bawang dititip Kadrun di bengkel Bang Somad tempat mobil travel berhenti.
Hot Chapters