Dari Budak Menjadi Bencana
Mereka tidak datang dengan kekuatan, tetapi dengan retorika yang tak terbantahkan, secara perlahan memecah-belah masyarakat dari dalam.
Di dimensi lain, seorang pemimpin yang karismatik dan sebelumnya progresif tiba-tiba mengumumkan "Reformasi Besar" menuju efisiensi total, sebuah kebijakan yang dengan nyaman selaras dengan prinsip-prinsip Arbiter.
Arbiter menyadari bahwa mereka tidak bisa mengontrol realitas hanya dengan paksaan. Jadi, mereka mulai menaklukkannya dengan persuasi, dengan menawarkan jawaban yang tampaknya sempurna untuk kompleksitas yang membuat frustrasi.