Budak Kesayangan Sang Tiran
tanya Xylas, suaranya bergetar di dekat telinganya.
“Ya,” jawab Lysandra, suaranya yang pelan hampir tertelan angin senja.
“Kau seperti tahu cara menunggang kuda,” ucap Xylas, nada suaranya penuh pertanyaan terselubung.
Lysandra membeku. Kebiasaan lamanya muncul. Postur tubuhnya tegak, dan cara dia menyeimbangkan diri, benar-benar jauh dari kesan seorang budak desa. Dia terlalu banyak mengetahui, seperti sebuah kebiasaan yang sudah dilakukan bertahun-tahun. “Saya ... saya biasa menonton para kesatria latihan di desa,” gumamnya.