Sang Penguasa Mutlak
Prajurit itu tersenyum.
"Hahaha! Maaf, aku agak lupa. Tolong tunjukkan jalannya, Tuan," ucap Lun Ya sambil menggaruk pipinya.
"Hmm, ayo."
Mereka berjalan beriringan menuju ke arah Biro Pertahanan.
Sepanjang jalan, Lun Ya tidak bisa berhenti menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Oh iya, ada satu yang harus ku ingatkan padamu, jaga tata kramamu saat kita bertemu Pemimpin Biro Pertahanan nanti. Beliau sangat keras dan disiplin," bisik prajurit itu.