Luka Seorang Istri
Laki-laki itu mengumpat dirinya sendiri, dia tak lantas bangkit malah kembali merutuki dirinya, yang tak berguna, berkali-kali kalimat itu terlontar keluar, di subuh buta begini, dia sudah bangun hanya untuk berlatih berjalan.
Niatku untuk melangkah mendekat pun urung, begitu kulihat Mas Galang seperti akan bangkit dari duduknya dia kembali berjalan dengan tongkatnya, berkali-kali kehilangan keseimbangan, tapi dia terus saja memaksakan diri.
“Sial! Enggak guna banget gue hidup!” umpatnya.
Sebegitu terpurukkah kamu Mas.
“Sayang.”
“Dil, kamu sudah bangun, Mas lagi olahraga, bosan tiduran terus.”