Setelah Kamu Pilih Dia
Matanya tak berani menatap langsung.
“Kenapa nanya kayak gitu?”
“Jawab aja,” suara Dinda tak meninggi, tapi ada ketegasan yang tak bisa disangkal.
“Aku… aku nggak tahu.”
Tiga kata itu menampar lebih keras dari segala teriakan. Tapi Dinda tak menangis. Ia hanya diam. Tak perlu jawaban lain. Tak perlu alasan.
Cinta, ia tahu, tak selalu berakhir dengan kata pisah. Kadang, cinta berakhir diam-diam, seperti lampu yang padam perlahan.