Terjebak Cinta Terlarang
"Enggak usah dengerin mulut orang May, kamu tau, ada kata pepatah. Anjing mulutnya itu najis, tetapi masih bisa disucikan dengan lumpur dan air, tetapi kalo mulut orang yang kata-katanya najis, gak akan bisa disucikan dengan apa pun, jadi gak usah di ambil pusing."
"Iya May, slow aja, aku gak peduli orang mau bilang apa terhadapku," sambung Sella, aku hanya mengangguk mendengar ucapan mereka berdua yang telah aku anggap sebagai Ibu dan saudaraku sendiri.
Suasana hening sejenak, kami berada dalam angan masing-masing. Aku hendak pamit pulang, karena hari semakin beranjak senja.
"Bu, Sell, aku pulang dulu ya, udah petang nih, Anjani pasti nungguin minta di antar ngaji!" kataku berpamitan kepada