Hasrat Terpendam Papa Tiriku
Olivia menoleh, matanya hangat, “lilin itu bisa dipakai saat orang ingin tenang. Aku ingin tamu kita mengingat hari itu dengan rasa hangat, bukan cuma barang.”
Adrian tertawa kecil, mengalah tanpa perlawanan. “Ya sudah.”
“Deal lilin, ya?” tanya Nika memastikan.
“Iya, Mbak,” jawab mereka hampir bersamaan.
Nika mencatat cepat, lalu mengeluarkan contoh kartu undangan. Kertas ivory bertekstur lembut, emboss tipis di tepi, nama mereka tercetak dengan huruf emas yang tidak berlebihan.
Hot Chapters