Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Santet Pengantin

Santet Pengantin

“Katakan.” Lilian menutup matanya sejenak sebelum berbisik, “Kita bisa mencoba memanggil sesuatu yang lebih kuat.” Arga terdiam sejenak. “Itu gila.” “Tapi ini satu-satunya cara.” Makhluk itu mendekat, bayangan di sekelilingnya semakin membesar, siap menelan mereka kapan saja. Lilian meraih sesuatu dari dalam sakunya—sebuah liontin kecil berwarna perak dengan ukiran kuno. Tangannya gemetar saat ia mengangkatnya ke udara.
1017.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

Juga, desakan dalam tengkoraknya itu membuat lidahnya kembali gatal, terutama saat penglihatannya yang segera pulih menangkap sesuatu menyembul dari laci kedua di meja samping ranjang Katemi. “Buat apa tatakan lilin itu, Tante?” Telunjuk Lisa mengarah pada sebuah kandelabra yang mengitnip malu-malu dari balik laci yang belum sepenuhnya tertutup kembali.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

tanyanya dengan suara yang penuh rasa ingin tahu tapi juga sedikit takut. Elena meletakkan kuas dengan gerakan yang sangat pelan. Lalu ia mengambil lilin merah dari kotak kecil yang terbuat dari kayu cendana di samping mejanya. Ia melelehkan ujung lilin di atas api lilin besar yang menyala di tengah meja. Lilin merah mulai meleleh, tetesan pertama jatuh ke mangkuk kecil. "Aku juga sedang berburu," katanya sambil terus memanaskan lilin dengan sabar. "Tapi bukan hewan, melainkan sesuatu yang lebih liar dari itu."
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 381 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

kata Lily “Ya udah mau gimana lagi Li,” kata Rachel. Tanpa mereka ketahui daritadi ada seorang laki-laki yang mengawasi mereka. Laki-laki itu seperti sedang memegang benda di tangannya dan tersadar akan sesuatu. Kemudian laki-laki itu berjalan dan menghampiri mereka. “Permisi, apa kalian sedang mencari ini?” kata laki-laki itu sambil menunjukkan suatu barang. Ternyata barang yang laki-laki itu pegang adalah jepit rambut yang sedang mereka cari.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Sang Villainess Memikat Tiga Pria!

Sang Villainess Memikat Tiga Pria!

Penampilan makanannya terlihat elegan dan menggugah selera. Saat Yuna selesai menyusun semuanya di meja makan, Kai tiba-tiba mengeluarkan dua batang lilin putih panjang dari kantong belanjaan dan meletakkannya di tengah meja. Ia juga mengeluarkan sebotol wine mahal yang mereka beli tadi di supermarket. Yuna membeku sejenak sambil menatap lilin dan wine itu dengan tatapan heran. Ini Kai orang yang sama, bukan …?
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Dipaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Zhu Mingyue berbalik dengan menunjukkan tatapan tidak suka ke arah Li Li. Ada satu penerangan dari kandil mewah berisikan tiga buah lilin yang ditempatkan di atas meja di tengah paviliun. Cahaya remang yang dihasilkan lilin itu cukup untuk memperlihatkan wajah Zhu Mingyue yang menakutkan bagi Li Li. “Saya di sini, Nyonya Muda Pertama.” Li Li menundukkan kepalanya sedalam mungkin.
9.337.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Rahim Sewaan Billionaire

Rahim Sewaan Billionaire

tanya Kate sambil melihat ke arah dus yang kecil. Lily juga tertarik dengana isi dus itu. Ada beberapa barang kecil Apollo, seperti uang koin yang cukup banyak. Membongkar barang Apollo jadi hiburan tersendiri untuk Lily dan Kate. Sesekali mereka menertawakan Apollo, “Ini, kan, uang receh, kenapa Apollo suka sekali mengumpulkan uang koin seperti ini?” ujar Kate.
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Without You [Indonesia]

Without You [Indonesia]

Tangannya mengambil sebuah kotak berukuran kecil dengan warna putih polos. Sebuah kue berukuran kecil—bukan cupcakes— dengan rasa cokelat yang telah Dinar buka dari tempatnya dan kini ia taruh tepat ditengah-tengah meja. Iapun mengeluarkan satu buah lilin kecil, dan juga pemantik api. Lingga hanya diam memperhatikannya, sementara Dinar mencoba untuk menyalakan lilinnya, namun terus mati karena tertiup oleh kipas angin yang ada didalam Kafe ini. Menyadari itu pun Lingga bergerak menutupi lilin itu dengan kedua tangannya. Dinar pun tersenyum lebar karena lilin itu telah berhasil dinyalakan. Dengan wajah yang tersenyum sangat bahagia, Dinar mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Lingg
1033.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Pengantin Dari Dunia Gaib

Pengantin Dari Dunia Gaib

“Siap?” Raka memegang tangan Nara. “Kami siap.” Laksmi membuka kotak kayu besar itu. Di dalamnya terdapat: – seutas tali merah tua, – mangkuk berisi abu hitam, – tiga lilin yang tampak terbuat dari sarang lebah, – dan sebuah bel kecil berwarna perak yang tampak dingin seperti es. Laksmi menyalakan ketiga lilin itu dan meletakkannya membentuk segitiga di luar lingkaran batu.
7680 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Tak ada lagi makhluk besar raksasa bertaring yang menakutkan. “Kemana makhluk raksasa itu pergi?” Tuba Lilin melihat ke sekeliling. Lalu berhenti pada makhluk berbentuk kucing hutan bertotol perak di depannya. “Apakah kau anak makhluk tadi itu?” Lalu sebuah auman besar membahana, memecah senyap pepohonan pelangi yang menjadi saksi. “Hahahahaha… Botak bodoh!”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai kata kata lilin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status