KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Huum. Aneh banget sahabat kita yang satu ini.“ Adila merangkul bahuku , menempelkan pipinya pada pipi ini.
“Saking lupanya punya sahabat dia, jadilah begitu,“ sahut Meera diakhiri kekehan kecil.
“Mulai sekarang, kamu harus berusaha melupakan masa lalu dan fokus sama masa depan, Nai. Belajarlah memaafkan luka di masa lalu dan jalani masa sekarang dengan ikhlas. Insya Allah, kamu pasti bahagia,“ kata Adila.
“Ikhlas gimana maksudnya? Ikhlas dimadu? Begitu?“ Meera mencibir. Adila menggeleng.
“Bukanlah. Maksudku, jalani apa yang kita rencanakan dengan hati ikhlas bukan karena dendam. Oke?“
Hot Chapters