Saat Hati Menyesal
Mungkin di matanya, semua yang kulakukan dan kukatakan semua ini hanya dianggap sebagai emosi kekanak-kanakan.
“Ganti tempat bicara saja,” ujarku.
Kami pun pergi ke restoran terdekat.
Di dalam, Richard menatapku tajam, “Ella, lebih baik kasih penjelasan. Apa yang sebenarnya terjadi?”
Aku pun menatapnya dengan cara yang sama. Mendengar ucapannya, aku hanya tersenyum datar.
“Aku sudah memberimu jawaban, tapi kalau kamu bersikeras mau dengar lagi, baiklah. Anakmu sudah tiada, pernikahan kita juga sudah berakhir.”
Bab Populer