Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Autophile

Autophile

Goresanku kali ini bersajak tentang senja Mengisahkan tentang bola bundar bercahaya yang mulai turun ke garis cakrawala Mengisahkan tentang sebuah kepergian dengan pesona indahnya Meninggalkan sebuah kesan bagi pengagumnya Teriknya membawa nuansa sepenggal kisah klasik yang tertinggal kala itu Senja pergi secara perlahan seakan tahu, Bagaimana sebuah kepergian agar tidak meninggalkan luka Di sini, aku bergelut dengan setangkai pena dan secarik kertas usang tiada makna Mengguratkan sepotong picisan tentang sebuah romansa Dalam segenggam senja yang bergurat jingga.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Si Tomboy Hanny dan ayam

Si Tomboy Hanny dan ayam

Aku mengakhiri obrolan kami. "W*'alaikum salam." Tuut Suara telpon ditutup. Aku mengambil pena dan menuliskan puisi. Seketika aku mengingat wajah Jamal. Untukmu Hati Aku disini Merasa sangat sendiri Hidup tanpamu tiada arti Malam Sampaikan padanya Hariku akan kelam Bila hariku tanpa dia Bulan Sapa dia Sampaikan perasaan Kini Gundah gulana
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
FESTIVAL TERAKHIR

FESTIVAL TERAKHIR

“Hal yang paling menyakitkan dari sebuah perpisahan ialah kenangan.” ***** Jevian telah sampai di suatu tempat, di sebuah tanah lapang yang terdiri atas sekat-sekat berupa selendang beranekaragam warna untuk menjaga jarak antara satu orang dengan yang lainnya. Ia menilik satu-persatu detail tempat yang sudah lama tidak ia datangi. Tidak banyak yang berubah, bahkan perasaannya. Meskipun tidak berdesak-desakan, keceriaan malam itu tidak berkurang sedikitpun. Lampu warna-warni yang menyala terang, lampion yang dilepas dan kembang api yang menghiasi langit malam yang begitu indah. Muda-mudi menampakkan wajah bahagia untuk malam terakhir mereka di kampus sebelum menyambut libur panjang.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Cinta di Bawah Langit Cordoba

Cinta di Bawah Langit Cordoba

“Apalagi selain, perpisahan, kematian, kepergian, semua kisah akan berakhir dengan hal–hal itu. Tak ada perpisahaan jika tidak ada pertemuan, tak ada kematian jika tak ada kehidupan dan tak ada kepergian jika tak ada kedatangan.” Eric menggeleng “Sepertinya otakmu itu perlu di reparasi Afsheen, Aku tidak bisa menerima naskahmu ini, aku membutuhkan ide segar dan ending bahagia, jika kau masih memikirkan tentang perpisahan, kematian, dan kepergian kau harus memahami makna dibalik semua itu, kau harus mencari sisi lain di balik ketiganya, kau di kontrak eksklusif di penerbit ini Afsheen, jadi aku berikan kau 3 bulan untuk memperbaiki naskahmu.” Afsheen hanya diam. Ia bingung mau menuliskan kisa
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Al segera mengklik file tersebut, kemudian muncul bait-bait berisi sajak yang menyayat hati. Hadirmu adalah harap, Dan pergimu adalah sesal. Kau hadir, memberikan harapan indah tentang masa depan. Namun kau pergi, meninggalkan luka yang membekas entah sampai kapan. Maafkan Bunda yang lalai ini ... Maafkan Bunda yang lemah ini ...
9.965.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Biar Aku yang Pergi, Mas

Biar Aku yang Pergi, Mas

Doni mengusap wajahnya gusar. “Kalau tahu akan seperti ini, aku tidak akan kembali ke sini untuk mengejarmu. Aku akan tetap di sana, dan terus berusaha melupakanmu serta menghapus perasaanku kepadamu,” ucapnya lirih. Setelah mengungkapkan isi hatinya di dalam mobil Doni kembali menyalakan mesin mobilnya, lalu pergi meninggalkan rumah Aren dan Dasya. Berharap angin malam ini akan mengantarkannya kepada Dasya. Membuat gadis itu mengerti apa yang tengah dirasakan Doni saat ini, bahkan Doni berharap angin menyampaikan segala yang dia rasakan selama bertahun-tahun lamanya tentang gadis itu.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Dalam cengkraman tuan Dominic

Dalam cengkraman tuan Dominic

Dalam Senja yang temaram Kutaburkan abu orang yang aku cintai Jangan kau tanya bagaimana rasanya Seolah-olah dunia berputar dalam kehampaan Kini baru aku sadari setelah terpisah kematian Tidak ada tempat untuk kita saling bertemu kembali di sini Sheena. Begitu abu terakhir telah di taburkan dan terlepas dari tangannya, gadis tersebut baru ingat ini bagian akhir dari pertemuan dalam kehampaan, Sheena berusaha tegar sambil menahan tangisnya dimana dia menatap ujung laut yang tidak pernah terlihat. "Beristirahatlah dengan tenang, bu," Batin nya.
9.77.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya

Tunas Baru yang Bertumbuh, Perpisahan Selamanya

Ada rekan yang menyayangkan kepergianku, ada pula yang memberikan ucapan selamat, dan beberapa diam-diam bertanya apakah aku sedang bertengkar dengan Devan. Aku menjawab dengan tenang, "Nggak berantem kok, kita udah putus." Saat stempel terakhir dibubuhkan, aku menatap langit di luar jendela yang tampak kelabu. Di sela-sela gedung-gedung tinggi, terlihat sebagian kubah Griya Cendana di kejauhan. Aku mengalihkan pandangan dan mengirimkan informasi tiket pesawat kepada sahabatku, Nara.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebulan setelah transmisi terakhir, sesuatu yang kecil terjadi. Salah satu anggota Hub yang lebih muda, seorang penyair bernama Isha, sedang mengerjakan sebuah puisi tentang kehilangan. Dia berjuang dengan baris terakhir, merasa bahwa kata-katanya terlalu klise, terlalu tidak tulus. Frustrasi, dia menyerah dan pergi untuk mengambil secangkir teh.
912 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi tema perpisahan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Wira mulai menulis seraya membacakan puisinya, "Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya, pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari. Ketika terucap salam perpisahan, jarak kita pun makin membentang. Kita tak selamanya bersatu, tapi hati kita akan tetap bersama. Selamat berpisah teman, perpisahan ini hanya membuka lembaran baru." Iqbal sangat senang saat melihat Wira membacakan puisi sambil menggerakkan kuasnya. Enam orang terpelajar benar-benar kagum pada Wira.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184.2K kali sebagai puisi tema perpisahan
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status