Suami Hina, Kunikahi Saja Kakakmu!
Senyum itu adalah senyum paling menyebalkan yang pernah aku lihat terukir dari bibirnya, seolah dia merasa puas karena mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Awas kamu mas!” batinku dalam hati. Mataku menyipit, menatapnya dengan penuh kemarahan yang aku coba sembunyikan dari ayah mertua.
Aku ingin mengucapkan kata-kata itu dengan keras, tapi aku tahu tidak pantas melakukannya di depan orang yang telah begitu baik padaku.
“Mungkin dia keberatan karena khawatir Hendra akan cemburu,” sahut mas Angga tiba-tiba seraya menoleh ke arahku dengan ekspresi yang seolah-olah sedang membela diriku.