Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mati Kembar

Mati Kembar

Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu. Kedua sudut bibir pucatnya seakan mengucap bahasa isyarat. Aku menebaknya itu adalah ucapan "bahaya" yang keluar dari mulut penuh darah itu. Entah apa artinya itu semua. Sekali lagi, aku cukup terganggu dengan kehadirannya malam ini. Sesaat kemudian terdengar suara mobil dari pintu luar. Beni pulang dan aku segera membuka pintu. Sedang Andin dan Andita masih mengekori kemanapun langkahku bergerak membawanya.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
SUAMIKU DUKE UTARA

SUAMIKU DUKE UTARA

sahut Kaisar Damianas. "Baiklah aku akan memaafkan mu kali ini, tapi jika lain kali hal seperti ini terjadi akan aku anggap kamu sudah tidak setia lagi padaku," sambung Kaisar Damianas. "Terima kasih Yang Mulia, aku akan mengingatnya dengan baik," ucap Marquis Glan sambil menundukkan kepalanya dan bergegas pergi.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Noda Di Balik Hijab Humairah

Noda Di Balik Hijab Humairah

Siluet kehangatan satu malam kembali terngiang di benak dua insan yang belum halal saling meluahkan tersebut. "Sepertinya aku sudah gila!" bisikan hati Humairah. Rasanya gadis itu ingin sekali menghilang ke planet mars. Dia cukup malu tinggal di muka bumi saat pikiran mesum terlintas dalam benaknya. "Apa artinya hijab yang aku kenakan, jika itu tak mampu menjaga marwahku sebagai wanita muslimah. Siang malam aku sujud di atas sajadah mengagungkan nama sang pencipta, nyatanya hatiku kotor karena percikan noda dosa yang tidak bisa aku hapuskan begitu saja dari hidupku," batin Humairah penuh sesal.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Nafkah Sejuta Suamiku

Nafkah Sejuta Suamiku

Rima pun duduk di tepi ranjang sembari menggendong putrinya itu. "Ibu, Mas Iqbal setidaknya kalian tak akan malu nantinya jika Mas Iqbal tak akan pernah mempunyai anak. Kalian bsia menganggap Mutiara sebagai anak kalian sendiri." "Apa kamu bilang? Dia bukan cucuku. Tentu saja aku tak akan menganggapnya."
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Hamil Muda

Hamil Muda

Zahra menuntun tubuh renta itu untuk kembali duduk di kursi tunggu. “Tolong jelaskan kepada saya.” Pinta El sambil berlutut di hadapan umi Maria. “Memangnya kamu siapa?” tanyanya masih dengan nada sinis. Tidak biasanya umi akan bersikap sini seperti itu. “Umi ...” panggil Adam seolah mengingatkan agar tidak bersikap seperti itu. “Apa salah umi bertanya, mas. ini privasi anak umi, kenapa orang lain ingin tau.”
1016.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Mute Husband (BAHASA INDONESIA)

Maaf Nih ya publish ulang Happy reading .... "Bagus deh akhirnya lo sadar diri juga buat balas budi." Jira menatap acuh kearah jihan yang sekarang tertunduk dihadapannya. "Seenggaknya gue harus bilang makasih ke lo karena mau gantiin gue buat jadi menantu anak keluarga Koo yang cacat itu,Dan gue ngerasa bebas kalau lo udah gak jadi parasit lagi di keluarga gue."
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Duda Belanda

Balada Cinta Duda Belanda

potong Alexa. "Look Karl, kalau kamu memang nggak mau atau belum sanggup untuk menjelaskannya, itu nggak masalah buatku. Umar bin Khattab saja, sempat mengikuti budaya jahiliyah, tetapi dia kemudian berubah menjadi singa pembela agama Allah."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Tamally Ma'ak

Tamally Ma'ak

Bibirnya terkatup, matanya menatapku lekat. “Apa kau tidak pernah merasa bersalah telah merusak kehormatan seorang wanita?” “Mereka sendirilah yang datang melemparkan tubuhnya padaku.” Ia melepaskan kungkungan tangannya. Berdiri selangkah dariku. Kubalas tatapannya dengan tatapan tajam. Jari-jemariku terkepal membentuk tinju. "Apa kamu pikir wanita itu seperti pakaian yang bisa kau pakai dan kau lepas sesukamu? Mereka terhormat dan memiliki haknya." Aku mengutip salah satu kata-kata Umar bin Khattab.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kata mutiara habib umar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status