Cinta yang Tak Bisa Kembali
"Mama, ini kado yang dulu Mama kasih ke aku. Aku sudah ambil kembali dari Kakek Junaidi. Lihat, aku rawat dia baik-baik, lho!"
Clarisa tidak mengoreksi panggilan Kaeso. Jujur saja, dia juga tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadap Kaeso. Meski hatinya tidak lagi mencintai anak ini dan tidak ingin lagi menjadi ibunya, tetap saja Kaeso adalah darah dagingnya sendiri. Clarisa yang melahirkannya di dunia ini, jadi dia harus bertanggung jawab.
Melihat kedua orang yang berpenampilan berantakan di hadapannya ini, Clarisa menebak bahwa mereka pasti sudah menetap di sini beberapa hari.