KINASIH
Kali ini bukan Asih, melainkan nomor ibunya yang terus mengulang panggilan.
Dengan hati berdebar, Bayu menerimanya. Dan cepat menjauhkan benda pipih itu dari telinga. Rasa tak percaya membuncah seketika, namun dengan kesadaran yang cepat pulih, laki-laki itu menghubungi seseorang. Setelahnya, dia berlari keluar ruangan, tak mengindahkan banyak pertanyaan yang menyapa. Fokusnya hanya satu, Asih. Wanita itu menghilang dan sang ibu benar-benar tak tahu karena saat itu, ibunya memang mengajak Asih pergi. Namun belum selesai acara, Asih mengatakan ingin keluar sebentar dan tiba-tiba hilang tak berjejak.
Bayu masuk ke mobilnya, satu tangan menggerakkan kemudi dan tangan lain meraih ponsel, menghub
Sikat na Kabanata