PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)
kata Aji dengan tulus, mendoakan Maryam dengan segenap hatinya.
“O—oh, iya!” Wajah Maryam langsung berubah masam.
“Gimana harga sawit, Ji? Kabarnya anjlok, ya?” tanya Parto sambil menyulut rokoknya, dia lalu menghembuskan asapnya ke udara sehingga dengan cepat diterbangkan oleh angin malam.
“Iya, Pak. Anjlok banget,” sahut Aji dengan lesu. “Kemarin tinggal seribu rupiah per kilo, Pak,” lanjutnya semakin lesu.