Pacar Bodohku Salah Memilih Korban
“Bos, jangan marah. Dia berbohong padaku, dia bilang kalau dia adikmu. Gila, kan? Aku belum pernah mendengar kau punya adik. Jadi, kupikir dia mempermainkan kita. Aku hanya memberinya sedikit pelajaran ... untukmu.”
Suara Terano merendah, sedingin es. “Apa yang kau lakukan padanya?”
“Hanya sedikit wiski,” kata Surya sambil mengangkat bahu. “Menamparnya beberapa kali, nggak serius. Pembohong seperti dia perlu diberi pelajaran, kan? Kalau dia sampai menyebarkan kebohongan tentang kasino kita ....”
“Berlutut.” Suara Terano menggema di ruangan itu.
Hot Chapters