Pendekar Kera Sakti
Baraka menyuruhnya berdiri dengan menarik lengannya dan berkata, "Tak perlu sampai berlutut begitu. Menoiong itu sudah kewajiban semua orang. Menolong bukan saja perbuatan dewa, tapi juga perbuatan kita semua yang cinta damal dan saling menghormati sesama."
Kakek itu terkekeh-kekeh membuat Baraka segera menatapnya, sang anak muda juga ikut memandang dengan heran.
"Kenapa tertawa, Keek?" tanya Baraka pelan.
"Kata-katamu lucu sekali, Pendekar Kera Sakti. Lucu sekali."
"Di mana letak lucunya, Keek?"
"Kau bilang cinta damai, tapi kau sendiri jika dipukul orang pasti akan membalas! Apakah itu namanya cinta damaf"
الفصول الرائجة