Petaka Mendua
"Walaikumsallam, Karin. Alhamdulillah mau menghubungiku. Terimakasih, semoga kamu selalu sehat juga, calon istri."
Aku tersenyum, membaca balasannya, yang terbuat kata-kata calon istri.
"Idih merayu," balasku, sambil nyengir kuda.
"InsyaAllah, itu bukan rayuan, ehem."
Ah, lagi-lagi balasannya, membuatku semakin betah main handphone.
Kami saling bertukar pendapat, bertukar ilmu pengetahuan tentang agama, juga ke bisnis.
Hot Chapters