SANG PENANTANG WURAKE
Sekarang aku sudah berdiri di depan salah satu lapak sembako, dan kacang tanah inilah salah satu yang sangat dibutuhkan oleh Zarima.
"Tidak jual literan, Dek, tapi kiloan," jawab sang pemilik lapak.
"Kiloan? Berapa satu kilonya, Bu?"
"Tiga puluh enam."
Tiga puluh enam? Mahal juga ya? ucapku dalam hati, lalu terdiam, diam-diam berhitung.
"Mau beli berapa, Dek?"
"Boleh beli seperempat, Bu?"
Wanita paruh baya sang empunya lapak sepertinya mulai tidak sabar, itu yang membuatku mau tidak mau beranikan diri untuk bernegosiasi.