Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

“Dua hari, aku memberikan waktu dua hari untukmu. Kalau kamu sampai belum bisa memberi tahuku siapa dalang kecelakaan itu, maka lebih baik kamu angkat kaki dari perusahaanku!” “Baik, Pak Keevan. Dalam dua hari Anda akan segera tahu dalang kecelakaan putra Anda.” Panggilan tertutup. Keevan segera meletakan ponselnya ke tempat semula. Tampak Keevan sejak tadi tak henti-hentinya mengumpat kasar.
1047.0K viewsCompletedAdded to Library 939 Times as kedua belas
Read
+Library
Lelaki Kedua

Lelaki Kedua

“Gak, Bu. Ntar sore balik ke Jakarta.” “Padahal Ibu berharap kalian nginep karena Luisya mau datang, tapi mungkin agak kesorean katanya.” “Ya gapapa, aku tungguin.” Luisya itu keponakanku. Kalau kalian ingat, yang kemarin yang jadi wali nikahku dengan Farhan, itu adalah bapaknya. Putra sulung keluarga ini. Gadis itu sudah duduk di semester 4 sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as kedua belas
Read
+Library
Istri Kedua Sang Duda

Istri Kedua Sang Duda

Pesona pria muda single yang masih berjuang dengan akhirnya itu seakan dengan mudah dilibas oleh mereka, ditambah lagi dengan berbagai buku fiksi yang entah kenapa membuat duda lama-lama semakin mempesona. “Aku setuju, lain kali kalau ada duda seperti seorang Jareth Lee, beritahu aku.” Cassia dengan bersemangat berkata. “Kamu memang gila,” gumam Leona menggeleng. Ariana tidak membalas kalimat yang dilontarkan oleh temannya itu, dia hanya mematut dirinya di depan cermin saja. Ada banyak cita-cita yang ingin dia lakukan di umurnya yang baru 23 ini, menikah bukanlah salah satunya. Tapi gini dia berada di sini, yang mana dengan jarak beberapa tembok di sana itu adalah tempat mereka merayakan pes
1.9K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as kedua belas
Read
+Library
menjadi yang kedua

menjadi yang kedua

Jelas nya halus, membenarkan. Mereka berdua pun akhirnya tertawa geli bersamaan. Mbok Narti mendekat kan telinga nya, sedang memfokuskan pendengaran nya. "Coba di ulang dari awal gimana, non?" Tawar mbok Narti sedikit meminta. "Yang penjelasan kiamat, mbok belum terlalu jelas hehe. Suara nya tadi balapan sama tukang bersih bersih." Ujar wanita tua itu memberi alasan.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as kedua belas
Read
+Library
Gadis Kecil Dua Miliar

Gadis Kecil Dua Miliar

tanya Gage. “Kau diam Gage, Kita pulang,” Gage hanya mengangguk tanpa memperpanjang lagi.
723 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as kedua belas
Read
+Library
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Mata Rhine berkedut, seolah tertusuk jarum tajam. Pengawal itu, seolah lidahnya telah dipelintir dengan jahat, terus mengucapkan kalimat yang paling mematikan: "Dan—Legion Kesebelas—" Rhine memejamkan mata, menggunakan seluruh kekuatannya untuk tetap tenang: "Apa yang terjadi dengan mereka—aku memberi mereka gaji dua kali lipat—"
9.78.5K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as kedua belas
Read
+Library
Nafkah Dua Puluh Ribu

Nafkah Dua Puluh Ribu

Teriak lisa dan yeri dari kejauhan. "Jangan lari nanti jatuh kalian ," Ujarku. Dengan nafas tersengal, lisa hendak mengatakn sesuatu padaku. "Buk, nia beli sepeda baru buk, dari tadi kita ngejar nia yang pakai sepeda, mau pinjem tapi nggak boleh nanti rusak katanya, " Ujar lisa. "Kita kapan buk dibelikan sepeda kayak nia, " Ujar yeri.
3.8K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as kedua belas
Read
+Library
Janji Kedua

Janji Kedua

Aegea memberikan ucapan selamat disusul oleh Alfredo yang terus merangkul Aegea. “Terima kasih, ya, Bocah,” ujar Satrio. “Semua ini berkat bantuanmu.” “Anakku dua, Mas Sat. Masa masih bocah juga,” gerutu Aegea. “Aku suka begitu.” Satrio tak mau kalah.
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 730 Times as kedua belas
Read
+Library
Lelaki Dua Wajah

Lelaki Dua Wajah

Deg! Deg! Jantung Karel berdegup kencang. Detik-detik menghitung mundur. Sepuluh menit yang dijanjikan Xela akan segera berakhir. "Sepuluh ... sembilan ...." Suara berbisik dari rekan wanita berambut ikal terdengar cukup keras di telinga Karel. Semakin kecil bilangan angka yang disebut oleh wanita itu, bertambah kencang degup jantung Karel.
1025.5K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kedua belas
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part35 Suasana lamaran yang semula ramai mendadak terfokus kepada Bu Romlah. Ia memang terkenal usil, dan suka mempermalukan orang lain. Bu Romlah, malam ini, ia sukses mempermalukan Aisya. Selain karma, sangsi sosial juga tidak kalah hebatnya. Bahkan, Aisya yang sudah menuai hasil dari masa lalunya, pun. Masih saja di permalukan.
10100.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kedua belas
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status