Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hidup di Dua Hati

Hidup di Dua Hati

Seketika tunas-tunas rasa tumbuh di dadanya. * 1. Enggak. Pergi sama Naya saja, Om ada janji sama teman. 2. Langkitang -> cucut
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

Ia memang mampir ke rumah Mbak Putri untuk mengganti bajunya, juga bercerita tentang poligami yang diajukan ibu mertua. Langit gelap menyembunyikan mentari yang beranjak tumbang di ujung cakrawala. Menandakan malam akan segera menyapa. Kumandang azan mulai terdengar dari masjid dan surau-surau. Malam itu tepat malam kelima lebaran.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

tanyaku pada wanita yang mengatur chatering tersebut. "Dua ratus, Bu." "Dua ratus, apa tidak kebanyakan, Bu?" "Tidak Bu, karena Pak Adam katanya sekalian untuk syukuran." Aku menghela napas panjang. Beberapa tetangga terlihat sudah mulai berdatangan. "Yasudah, silahkan disiapkan saja, Bu." Tim chatering itupun cekatan bekerja. Sementara di luar, terdengar satu persatu para tetangga mulai berdatangan.
9.167.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Bibir tipisnya bergerak tanpa suara, “Kau kalah.” Aku memang kalah. Aku telah kalah dalam seluruh hidupku, itulah sebabnya sekarang aku tak ingin kalah lagi. Beberapa saat kemudian, layar ponselku menyala. Itu pesan dari Anto. [Hari ini pasti membuatmu merasa tertekan, Elsa. Maaf.] [Setelah semua ini berlalu, aku akan memberimu pesta pernikahan yang megah. Kita akan menikah lagi.]
27.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 880 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Sebuah senyuman tipis yang aneh, yang tampak seperti perpaduan antara rasa kasihan dan peringatan yang mengerikan, terukir di bibirnya yang pecah-pecah. "Jiwa yang menumpang dua langit," gumam sang pertapa tua lagi, kali ini suaranya terdengar lebih jelas dan bergaung di dalam ceruk batu yang lembap. "Kau berpikir kau telah melarikan diri dari takdirmu di atas sana, padahal kau hanya sedang berjalan di atas jembatan yang rapuh. Ingatlah ini, wahai pengelana tanpa rumah... Jiwa yang menumpang dua langit akan ditagih oleh keduanya, di waktu yang ditentukan bulan."
10634 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Menantu Kuli

Menantu Kuli

Bab XLIV : Sia-sia yang Beruntung Willy berdiri tepat di depan gerbang kampus Delia, memandang arlojinya dengan perasaan bangga. Jarum panjang tepat berada di angka dua belas, sementara jarum pendek menunjukkan angka lima. Ia berhasil! Dengan napas yang masih sedikit tersengal setelah perjalanan yang cukup menegangkan, ia dalam hati bersorak kegirangan.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Menyesal Usai Mendua

Menyesal Usai Mendua

Perasaanku saat ini benar-benar tidak bisa kujelaskan karena memang aku merasa sebahagia ini. Kami berdua duduk di depan penghulu dan serangkaian acara berjalan dengan sangat lancar. Ijab Qabul berjalan dengan sangat lancar dan singkat, dan itu pula membuatku tak henti-hentinya berterimakasih pada Sang Maha Kuasa karena sudah melancarkan acara hari ini. .. "Kamu yakin akan langsung tinggal disini?" tanya Leo sebelum ia dan rombongan meninggalkan kediaman Clara.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 937 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Rahim Dua Ratus Juta

Rahim Dua Ratus Juta

Jangankan merayakan ulang tahun, tanggal ulang tahunnya saja Pak Sudarso tidak ingat. "Enggak, Pak. Saya kan ulang tahunnya bulan Agustus. Tanggal 17 agustus, bareng tanggal kemerdekaan negara kita," jawab Sabrina sambil terkekeh. "Wah iya. Bapak lupa. Bapak permisi." Tanpa menunggu tanggapan Sabrina, pak Sudarso kendaraannya telah menjauh. Sabrina hanya menghela napas berat, merunduk sejenak. Mengingat sikap pak Sudarso selama ini.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Crazy Maid ( Indonesia )

Crazy Maid ( Indonesia )

WARNING GARIS KERAS! HURUF TEBAL DAN CAPSLOCK! AREA DUA PULUH SATU PLUS-PLUS! YANG BELUM DUA PULUH SATU PLUS-PLUS BOLEH MASUK ASALKAN UDAH PUNYA PASANGAN HIDUP. EA... EA... EA...
10125.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Pelabuhan Kedua

Pelabuhan Kedua

"Kesepian kenapa? Bukankah kau jadi punya banyak teman baru di sana?" Arhan menggeleng, "Tak ada yang seasyik dirimu." "Mungkin karena kau belum terlalu akrab dengan mereka." "Aku tak nyaman jika itu bukan dirimu." Laura geleng-geleng kepala, "Kau ini ada-ada saja, Kak. Padahal, harusnya kau beruntung karena temanmu pasti banyak yang cantik dan juga tinggi." Ucapan Laura sontak membuat Arhan terkekeh. "Aku lebih suka gadis mungil sepertimu."
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai kedua belas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status