CALON MERTUAKU
Aku singkirkan menggunakan kaki, dan ternyata bukan kelapa, melainkan …
Kepala manusia lengkap dengan jeroan isinya mulai melayang di depan mataku. Jantungku berdegup kian kencang. Aku mundur beberapa langkah, tapi aku menabrak sesuatu. Aku menoleh dan ada tubuh tanpa kepala di belakangku.
“Heh, heh, heh, kau pikir mudah keluar dari rumah anak aku. Salah! Kau akan mati macem mane Abang kau mati.” Dari belakang tubuh tanpa kepala muncul nenek tua tadi.