Tawanan Pewaris Psikopat
“Aku sudah gagal, jangan menggangguku lagi! Lagipula bukannya seharusnya kamu senang? Kamu sudah selangkah lebih baik dariku, untuk apa memintaku kembali?”
Menolak kegagalan. Dia yang merintis dari nol, berusaha keras harus menerima kegagalan, rasanya menjadi tidak adil. Satu kesalahan kecil yang merusak segalanya.
“Yah, dulu aku pernah mengalaminya. Sering malah, bisa dibilang kegagalan sudah menjadi makananku. Berjuang, lalu gagal, bangkit lagi. Setidaknya itu membuahkan hasil sekarang. Seandainya aku menyerah pada kegagalan pertama, mungkin aku tidak akan pernah bertemu denganmu, sosok inspiratifku,” aku Keith.
Sikat na Kabanata