Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
Setelah titah pernikahan politik diumumkan, Putri Agung Kirana tidak memedulikan citranya lagi dan langsung memeluk suamiku di depan semua orang.
Dia berkata sambil menangis, "Aku tidak mau pergi ke Kerajaan Arkapura, aku ingin berada di sisimu."
Namun, Galang Wicaksana justru mengulurkan tangan dan mendorong sang putri agung.
Nada suaranya terdengar acuh tak acuh.
"Yang Mulia, pernikahan politik itu adalah tanggung jawabmu dan juga sudah menjadi takdirmu."
Meski pakaian sang putri agung sudah dibasahi air mata, itu tetap tidak bisa menggoyahkan sikap Galang yang acuh tak acuh.
Para istri bangsawan di sekitar pun mulai berbisik-bisik memujiku karena pandai menaklukkan suami.
Sang pangeran bu