Bayangan Kelam
Namun, ketika malam tiba dan semua orang berkumpul di acara makan malam, sebuah perasaan tak terduga menghampiri.
Di tengah keramaian itu, Anisa bertemu dengan seorang pria yang menarik perhatiannya. Pria itu tidak terlalu muda, mungkin sekitar 30-an, dengan rambut hitam yang teratur dan mata yang tajam. Ia tersenyum ramah, mengenalkan dirinya sebagai Dimas, seorang editor senior yang bekerja di sebuah penerbitan besar.
“Selamat datang di konferensi,” kata Dimas dengan nada santai, “Aku rasa kita belum saling kenal, kan?”
Bab Populer