Mencintai Musuh Ayahku
Kelopak matanya bergerak-gerak, dan perlahan, mata itu terbuka sedikit.
Mata itu. Mata elang yang biasanya tajam, penuh otoritas, dan mengancam siapa pun yang menghalangi jalannya, kini tampak sangat kuyu, lelah, dan dilapisi oleh kabut rasa sakit. Namun, sorotnya tetap sama: penuh dengan determinasi yang tak tergoyahkan.