Frozen in Love
Di depan Quinn, terbentang jalan penuh batu dan jurang nan curam.
“Aku tetap merasa ada alasan lain, Quinn,” balas Eireen. “Apakah karena ... ucapan teman-temanku? Soal aku yang sejak remaja udah pengin punya....”
Quinn menukas, “Bukan karena itu. Toh, aku sendiri tidak memandang diriku sebagai bagian dari keluarga konglomerat. Kakekku memang kaya, keluargaku pun tidak miskin. Tapi, tak bisa digolongkan sebagai konglomerat.” Lelaki itu menatap Eireen dengan serius. “Lagi pula, namanya juga cita-cita gadis belia. Tak ada yang salah dengan itu, Reen.”
Sikat na Kabanata