Dirty Office
Ia menarik Aruna untuk duduk di meja paling pojok yang eksklusif.
"Mereka mempermalukanku, Keenan! Ini semua karena ide gilamu memindahkan mejaku!" suara Aruna bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.
Keenan menatap tajam ke arah sekumpulan staf yang tadi bergosip. Seketika, meja itu menjadi hening dan mereka semua menunduk ketakutan. Keenan kembali menatap Aruna, tangannya kini mengusap punggung tangan Aruna dengan ibu jarinya, memberikan sensasi menenangkan sekaligus membakar.