PEMBALASAN DEWA MAUT
“Kalau kau mencari pencerahan atau apalah itu, sepertinya salah alamat. Lebih baik kita balik, mencari kota terdekat, terus kita adalam perayaan kembang api menggunakan kekuatan kita. Pasti meriah.”
"Aku mencari cara untuk melenyapkanmu," balas Dipasena datar.
Tawa serak Ki Rembong meledak di dalam tengkoraknya. “Hahaha, semoga berhasil. Itu sama aja seperti kau ingin melenyapkan bayanganmu sendiri. Aku ini bagian dari paket ‘jadi dewa sangat kuat’, tahu? Hadiahnya.”
Dipasena mengabaikannya, terus melangkah. Denyut Prana yang ia ikuti semakin kuat, seolah berasal dari jantung gunung itu sendiri.
Hot Chapters