KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“A-aku? Kok bisa?“ ujarnya lirih dengan suara bergetar.
“Karena aku menginginkanmu, Khai. Tapi bagaimana bisa aku mendapatkanmu sementara keyakinan kita saja berbeda? Sementara yang mengabulkan doaku saja berbeda dengan yang mengabulkan doamu,“ papar Aric. Membuat hati Naira tersentuh.
“Lalu Liinata? Siapa dia?“ Naira kembali bertanya.
“Dia hanya keponakan ibu yang kagum padaku. Dia bukan siapa-siapa bagiku,“ jawab Aric.
“Benarkah?“ Naira mengerutkan dahi. Teringat foto-foto yang dulu diunggah gadis itu di media sosialnya, juga pesan yang pernah dikirimnya.
“Kan sudah aku bilang, Khai … waktu terus berganti. Tapi tidak dengan perasaanku padamu. Hanya kamu yang ada di sini,“ ujar Aric dengan
Hot Chapters