PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....
Walau coba ditutupi, guratan kecemasan tersirat di sana.
“Mas, sumpah, aku bingung banget. Katamu, rumah keluargamu tidak lebih bagus dari rumah orang tuaku. Kenapa sekarang di hadapanku ada rumah semegah ini? Sebenarnya, rumah siapa ini, Mas?”
“Kita masuk dulu. Kamu akan tahu semuanya setelah kita masuk, Sayang.”
“Ha? Gimana sih, maksudnya, Mas?”