ANAKKU MENJADI SAKSI MATA PERSELINGKUHAN SUAMIKU
“Kenapa, Wak?”
“Entahlah, tapi sudah Ibu berikan obat penurun panas tadi, Nak. Kalau kata orang dulu itu namanya enteng-enteng. Biasanya memang sering gitu, mau pintar sesuatu.” Bu Wak menatapku dengan senyum simpul.
“Nanti kalau demamnya belum turun, dibawa ke Dokter aja, ya, Wak. Nayla takut kalau anak udah demam gitu. Jangan dianggap remeh, Wak. Bahaya,” ujarku mengingatkan.
Bab Populer