Merebut Istri yang Kau Sakiti
Senyuman lebar ditarik kala berdusta.
“Astagfirullahadzim ..., kalaupun tidak sempat belanja kulkasnya jangan sampai kosong seperti ini dong sayang, ini benar-benar tidak ada apa-apa, isinya hanya es batu dan air putih!” Mia geleng-geleng kepala kala menasihati putrinya, “jika tidak sempat belanja banyak, kamu belanja sedikit-sedikit saja, minimalnya untuk dua hari, jangan sampai kulkasnya kosong begini, untuk apa punya kulkas,” nasihat wanita ini masih berlanjut tanpa mengetahui alasan sebenarnya dari balik kosongnya kulkas yang ada di rumah putrinya.
“Maaf, ma ....”
Capítulos em Alta