Suami Warisan
Rengganis menghembuskan napasnya dan mengelus perutnya yang buncit, “Aku yang masak, kamu yang cuci piring.”
Narendra melirik piring-piring di atas meja dan mengendikkan bahunya, “Tidak masalah. Saya biasa mencuci.”
Rengganis mengangkat alisnya namun memilih untuk tidak berkomentar.
Narendra berdiri dan mulai membereskan piring dan gelas dari atas meja menuju konter dapur. Dia mengamati dapur sejenak, memeriksa di mana bak cuci dan peralatan mencuci piring lainnya. Tak lama, lelaki itu berdiri di konter dapur Rengganis, asyik mencuci peralatan bekas memasak dan makan mereka.