SANG PENANTANG WURAKE
sahut Yulianti saat aku utarakan niat.
"Berani Mbak, berani!" balasku tanpa ada keraguan. "Aku malah tahu caranya, hanya belum pernah dipraktekkan saja, kok!" tambahku meyakinkannya.
Yulianti mendadak terdiam, menatapku penuh selidik. Cukup lama, sebelum dia berkata, "Iya juga sih, kamu memang keturunan pemburu wurake, tapi umurmu lho, Bary, masih terlalu muda."