KEMBALINYA SANG RATU
Seorang pemuda Papua berdiri dan berujar penuh semangat, “Saudara Lintang, di suku kami, saat panen sagu, kami turun ke rawa untuk menjerat ikan, menukar hasil panen dengan garam. Kini, dengan waralaba rakyat, kami bisa mengekspor sagu ke Singapura, menjual kerajinan rotan ke Dubai, tanpa perantara yang mengekang keuntungan kami.”
Sementara di barisan lain, seorang ibu penenun di Toraja menambahkan, “Dan saya bisa menjual selendang tenun berbahasa Toraja di Milan dan Tokyo, lengkap dengan kode QR yang menceritakan asal-usul motif, ritual pelarisan, dan makna setiap warna. Pembeli tak hanya memiliki kain indah, tapi juga cerita hidup yang melekat padanya.”