SUAMIKU BUKAN LULUSAN D3
“Loh, kenapa jual perhiasan. Kan suamimu sudah punya gaji yang cukup. Anak belum punya. Masih belum ada tanggungan apa-apa kok sampai jual-jual perhiasan. Kayak saya donk, Bu. Punya anak dua masih bisa nambah perhiasan. Jangan di jual, Bu, kalau memang butuh uang cuma sedikit. Mending minjam sama tetangga atau saudara, nanti kalau suami gajian, ya, bayar.”
Aku kira akan selesai urusannya jika berterus terang. Kini malah aku diceramahi. Ah, terlanjur basah. Lebih baik terbuka sekalian. Dari pada nanti Bu Ridwan salah paham.
“Saya jual perhiasan peninggalan ibu saya yang putus, Bu. Nggak punya uang buat mematri. Niatnya buat modal jualan kecil-kecilan di sekolah SD dekat rumah.” Aku menarik le
Hot Chapters