Aku Bukan Orang Ketiga
Aku memasang wajah menyesal, " Sorry ya, aku beliin yang baru."
"Ya udah, kita cari bareng. Nanti abang jemput di tempat kerja."
Aku menimbang sebentar kemudian mengangguk tanda setuju, benar saja pukul lima sore kulihat dari lantai tiga mobil Reza sudah terparkir di depan kantorku, tentu saja menungguku, memangnya menunggu siapa lagi. Dia bersandar dimobil dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana, kemejanya sudah digulung sampai kesiku, kebayang kan view indahnya seperti apa.