Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Madu(Memilih Terluka Untuk Bahagia)

Tubuh Ara gemetar sangat hebat saat kata talak keluar begitu saja dari mulut Revan, suaminya. Mata laki-laki itu memerah sempurna saat ini. Menandakan amarahnya belum kunjung reda. Pertengkaran mereka dipicu kesalahpahaman dan Revan tidak mau mendengar penjelasan Ara terlebih dahulu. "Kamu! Meskipun kaya dan cantik, aku tidak akan sudi menyentuh wanita hina sepertimu. Talak adalah cara terbaik agar aku dijauhkan dari manusia jahat sepertimu! Kamu pasti iri dengan kehamilan Mayang 'kan? Kamu juga iri karena aku belum pernah menyentuhmu sama sekali selama kita menikah!" Revan sangat marah saat ini. "Ma-mas ... itu tidak seperti yang kamu pikirkan. Dengarkanlah penjelasan aku. Aku sama s
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai kesakitan
Baca
+Pustaka
VAMPIRE HANDSOME, MYBOY

VAMPIRE HANDSOME, MYBOY

Citra Rahayu Bening
Raditya izin untuk menikahi Sandra yang telah hamil. Tuan Anggara emosi mencekik Raditya lalu membawa dengan mobil ke arah perkebunan. Pria separuh baya ini berencana menguburkan di sana. Tubuh Raditya dimasukkan peti, tetapi dia berubah pikiran. Tuan Anggara keluar gudang mencari penjaga perkebunan. Raditya siuman lalu keluar gudang. Kemudian datang Mahendra yang mabuk dan tertidur dalam peti. Tuan Anggara dibantu penjaga mengangkat peti ke dalam mobil lalu membawanya pulang. Pria itu mengubur peti di bawah lantai dapur. Setahun kemudian, Sandra yang depresi kerasukan roh Mahendra lalu membongkar lantai dapur. Tuan Anggara pun ditangkap polisi dengan tuduhan pembunuhan dan memaksa aborsi Sa
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kesakitan
Baca
+Pustaka
Kelahiran yang Menghancurkan

Kelahiran yang Menghancurkan

Saat usia kehamilanku sembilan bulan, aku sudah ada di penghujung masa kehamilan, tubuhku terasa berat dengan bayi yang bisa lahir kapan saja. Tapi suamiku, Alexander Santoso, wakil kepala keluarga, justru mengurungku. Dia menahanku di sebuah ruang medis bawah tanah yang dingin dan steril, lalu menyuntikkan obat penahan kontraksi. Saat aku berteriak kesakitan, dia menatapku dengan dingin dan berkata aku harus menahannya. Karena pada saat yang sama, istri almarhum kakaknya, Elisa juga diperkirakan akan melahirkan. Sebuah sumpah darah yang pernah dia buat dengan mendiang kakaknya menyatakan bahwa anak laki-laki sulung akan mewarisi wilayah keluarga di Teluk Bara
56.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kesakitan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status