SENDIAKALA
Ibu malah sibuk menata makanan masakanannya ke meja makan, kemudian berkata, “tadi mbak Aiza nitip pesan, mbak Aiza mau kamu temani dia ke rumah sakit, habis ini kayanya mbak Aiza pulang.”
Aku mengernyit. Sedikit cemas jika mengingat bagaimna kondisi mbak Aiza tadi malam, tubuhnya dingin dan wajahnya sangat pucat. Apa sebab itu mbak Aiza sakit?
“Mas Risam sudah berangkat ke luar kota, kamu diamanahi untuk mengantar mbak Aiza, dijaga baik-baik ya mbak Aizanya.” Ibu tersenyum menatapku kala aku menghampirnya dengan penuh tanda tanyaku. “Biasanya Mas Risam sendiri yang mengantar, jangankan supir wong mbak Aiza berangkat ke rumah sakit bareng ibu saja tidak boleh kok. Eh ini Mas Risam sendiri ka
Bab Populer