Cinta Diam-Diam Sang Bos
Dia kembali naik ke tubuhku, mulutnya tetap menempel, seolah ingin menandai kulitku dengan ribuan ciuman, dan baru berhenti saat dia sampai di telingaku dan membisikkan sekali lagi, penuh emosi,
"Kamu punya aku, Sekar... aku sampai cari-cari alasan buat ngobrol sama kamu, berharap ini belum terlambat."
Sebelum aku sempat menjawab, dia kembali menutup mulutku dengan ciuman, tapi kali ini berbeda. Bukan karena putus asa, bukan karena gairah yang meledak-ledak, tapi penuh kelembutan dan ketulusan. Ciuman itu terasa seperti pernyataan diam, bahwa dia mencintaiku, bahwa dia merindukanku. Dan aku membalasnya karena rinduku padanya mencuri seluruh jiwaku, dan karena aku mencintainya… dengan gila.
ตอนยอดนิยม