Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Mungkin itu alasan kenapa Tuhan bikin kita muter sejauh itu dulu, biar pas akhirnya ketemu lagi, kita gak mau lepas.”
Di langit, bintang paling terang bergeser perlahan di atas kepala mereka. Rumah kecil itu terbungkus dalam keheningan yang lembut, seolah dunia memberi ruang untuk dua hati yang akhirnya pulang pada tempat yang seharusnya. Tidak ada janji besar, tidak ada kata cinta yang diulang-ulang. Hanya kehadiran yang nyata, hangat, dan cukup untuk menutup luka yang pernah mereka lalui.
Dan di bawah atap yang sama, malam itu mereka berdua tahu — cinta yang paling kuat bukan yang berapi-api, tapi yang tetap hidup dalam diam, di antara napas dan pelukan yang tak lagi butuh alasan.
Sikat na Kabanata