Pesugihan Kandang Bubrah
“Baik. Kita pergi sekarang.”
Mereka berjalan melewati jalanan desa yang masih dipenuhi kabut tipis pagi hari. Beberapa penduduk berbisik di balik pintu rumah mereka, ekspresi mereka penuh ketakutan.
Tak lama, mereka tiba di rumah Pak Darmo yang berada di dekat sawah. Suasana di sana terasa lebih dingin dari seharusnya.
Seorang pria tua, Pak Surip, yang merupakan tetangga korban, menyambut mereka dengan wajah pucat. “Astaghfirullah, Ustadz… Ini semua tidak masuk akal…”