PERNIKAHAN KEDUA
Ibu tak lagi bicara, bahkan tampak tak tahu hendak bicara apa.
"Pergilah, Bu. Aku memang harus membiasakan diri hidup tanpa Ibu. Ibu bukan milik kami lagi. Ibu masih ada, tapi terasa tiada bagi kami. Pergilah, kalau itu membuat Ibu bahagia."
Aku masuk dan menutup pintu perlahan, lalu tanpa bisa dicegah, aku luruh dibalik pintu dan menangis tersedu-sedu. Rasanya sakit sekali Ya Allah.