My Dearest Cahaya
Atau, bisa juga memberikan pendapat pada akhirnya, jika diminta.
“Lusa, aku balik ke Singapur, dan mungkin, gak akan bisa sering-sering untuk balik ke Jakarta, karena gak ada Pras yang bisa membantuku di sana.” Kaisar menggeleng. Terdengar sebuah desisan kecil yang keluar dari mulutnya, sebelum pria tua itu memandang rivalnya, kemudian berujar. “Aku mau menitipkan cucuku yang kembar dibawah didikanmu, Ham.”
Aham, begitulah panggilan akrab Kaisar terhadap Abraham. Sebelum menjadi rival, mereka berdua sempat menjadi teman satu kampus saat masih kuliah di London.
Bab Populer