Kafan Hitam
ujar Ki Jalu, “tapi, maraneh (kalian) kudu inget kalau si Atim, si Jaja jeung Kiai ti pesantren boga kamungkinan bisa ngagagalkeun pagar gaib ieu.”
Beberapa pocong tampak melompat-lompat di sekeliling jembatan, sedang sisanya melompat dari satu atap rumah ke atap rumah lain, juga dari satu pohon ke pohon lain. Mahluk-mahluk berkafan hitam itu berlagak seperti manusia yang tengah berada di taman bermain, berteriak kegirangan dengan suara memekik, juga meraut ekspresi bahagia di wajah mengerikan mereka. Setiap kali mereka mendekat ke arah kumpulan Kalong Hideung, mereka akan terpental mundur.
Bab Populer