Dendam Dan Pengkhianatan
Gendis tak sanggup, tak tahu dan seperti kehilangan arah, namun sejenak akal sehatnya begitu mengalahkan segala apa yang tengah dia pikirkan tadinya, benar apa yang dikatakan pria asing itu, bahwa apa yang akan dia lakukan nekadi itu sepenuhnya salah besar dan hanya akan menambah beban orang-orang yang begitu dia sayangi.
“Tenangggg, tenanglahhhh, “
“A-aaku tak perduli si-siapa kau dan dari mana kau???”
Tom begitu gugup, tak banyak kata dan kalimat yang diekeluarkan dari tutur bahasanya.
“A-ak, aku tahu bahkan aku tak mengenali siapa kau sebenarnya!”
“Tapi pantang bagiku yang sebagai seorang laki-laki tak akan membiarkan kau mati secara sia-sia dan mengenaskan,”